Jatim
Swadaya Warga Jadi Andalan, Jalan Menuju Torjek Atas Butuh Perhatian Pemkab Sumenep

SUMENEP, Bebas.co.id
Keterbatasan pembangunan infrastruktur di wilayah kepulauan mendorong masyarakat Dusun Torjek Atas, Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, bergotong royong membangun akses jalan secara swadaya.
Jalan beton menuju kawasan Torjek Atas tersebut disebut tidak dibangun melalui program pemerintah. Warga secara mandiri mengumpulkan sumbangan untuk membeli semen dan sejumlah material bangunan, kemudian mengerjakannya secara bertahap sesuai kemampuan masyarakat.
Kondisi tersebut sekaligus menjadi aspirasi warga kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep agar kebutuhan infrastruktur di kawasan kepulauan mendapat perhatian.
Menurut keterangan warga, pembangunan jalan dilakukan secara mandiri karena pemerintah desa disebut belum mampu membiayai pembangunan akses tersebut. Masyarakat akhirnya mengambil inisiatif dengan mengumpulkan sumbangan dan mengerjakan pembangunan secara gotong royong.
“Ini bukan dari pemerintah. Saya sampaikan kepada Bapak Bupati Sumenep bagaimana rakyat di kepulauan. Karena Kepala Desa Torjek tidak mampu. Sehingga swadaya masyarakat turun sendiri, kerja sama dan sumbangan untuk dibelikan semen sedikit-sedikit,” demikian keterangan warga.
Sumbangan masyarakat dikumpulkan secara sukarela. Dana tersebut kemudian digunakan untuk membeli semen dan material lainnya. Pengerjaan jalan dilakukan sedikit demi sedikit, menyesuaikan dana dan kemampuan warga.
Kekompakan masyarakat terlihat dari keterlibatan warga dalam proses pembangunan. Gotong royong tersebut menjadi upaya masyarakat untuk memenuhi kebutuhan akses yang dinilai penting bagi aktivitas sehari-hari.
“Kerja samanya masyarakat ini, menurut saya, luar biasa. Kalau sampai ke atas, terlihat bagaimana masyarakat bersama-sama membangun jalan ini,” ujar sumber.
Berdasarkan dokumentasi di lokasi, jalan menuju Dusun Torjek Atas berupa jalur beton yang membentang di tengah kawasan pepohonan dan mengarah menuju kawasan pesisir.
Jalur tersebut tampak relatif sempit dan memanjang. Pada sejumlah bagian, ranting dan dahan pohon terlihat berada di sekitar badan jalan. Daun-daun kering juga tampak berserakan di sisi maupun sebagian jalur.
Kondisi lingkungan di sekitar akses terlihat cukup kering. Sejumlah dahan pohon bahkan tampak menjulur ke atas badan jalan sehingga membutuhkan perhatian dalam hal pemangkasan dan pembersihan.
Selain pembangunan fisik, pemeliharaan menjadi bagian penting agar akses tersebut tetap aman dan nyaman digunakan masyarakat.
Warga berharap pemerintah dapat melihat langsung kondisi jalan tersebut dan mempertimbangkan kebutuhan pembangunan maupun pemeliharaan secara berkelanjutan.
Akses menuju Torjek Atas dinilai memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat. Karena itu, warga berharap pembangunan yang selama ini dilakukan melalui swadaya dapat mendapat dukungan pemerintah daerah.
Harapan tersebut bukan hanya terkait pembangunan lanjutan, tetapi juga peningkatan kualitas jalan dan pemeliharaan lingkungan di sepanjang akses.
Semangat warga membangun jalan secara gotong royong menjadi gambaran partisipasi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur di wilayah kepulauan.
“Ini kampung Torjek Atas, Dusun Torjek Atas, dan akses jalannya sampai terhubung ke Jalan Hitam,” demikian keterangan mengenai lokasi jalan tersebut.
Warga berharap aspirasi tersebut mendapat perhatian Pemkab Sumenep sehingga akses menuju Torjek Atas dapat ditingkatkan secara bertahap dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. (Harifin)
