Jatim
PERNYATAAN OWNER RASA SAYANG GRUP TERKAIT PAMFLET AI BERSERAGAM POLWAN

SURABAYA, Bebas.co.id
Terkait permasalahan yang viral akhir-akhir ini, pertama-tama saya selaku Owner Rasa Sayang Grup menyampaikan permohonan maaf kepada institusi Polri atas kekhilafan individu karyawan Rasa Sayang Zona.
Kedua, perlu saya sampaikan bahwa pembuatan pamflet yang kemudian beredar di media sosial tersebut murni merupakan inisiatif individu karyawan untuk kalangan mereka sendiri, bukan merupakan materi promosi atau bagian dari event outlet.
Hal itu dapat dilihat karena dalam pamflet tersebut tidak tercantum tanggal maupun informasi mengenai event atau artis yang akan tampil. Pamflet tersebut awalnya dibuat secara iseng untuk dibagikan di grup WhatsApp karyawan dan bukan untuk dipublikasikan sebagai materi promosi di media sosial.
Ketiga, setelah mengetahui persoalan tersebut, saya telah menegur, bahkan sempat marah kepada tim atau individu karyawan yang bersangkutan terkait penggunaan atribut atau seragam yang menyerupai institusi Polri. Namun, berdasarkan penjelasan mereka, para karyawan tersebut memang tidak mengetahui bahwa tindakan tersebut dapat menimbulkan persoalan hukum.
Keempat, berdasarkan pengakuan mereka, pembuatan pamflet tersebut dilakukan karena adanya rasa bangga terhadap institusi Polri. Salah satu di antara mereka bahkan mengaku sejak kecil memiliki cita-cita menjadi Polwan, tetapi cita-cita tersebut tidak tercapai.
Karena itu, mereka merasa bangga ketika dapat tampil seolah-olah mengenakan seragam Polwan, meskipun gambar tersebut merupakan hasil penyuntingan menggunakan teknologi artificial intelligence (AI).
Kelima, persoalan ini saat ini telah ditangani oleh pihak yang berwajib. Benar bahwa individu atau tim karyawan kami yang terlibat telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.
Sekali lagi saya tegaskan, berdasarkan keterangan yang kami terima, peristiwa tersebut terjadi karena individu karyawan yang bersangkutan tidak mengetahui bahwa tindakan yang dilakukan dapat berdampak secara hukum.
Mereka juga telah menyampaikan permintaan maaf kepada institusi Polri maupun kepada manajemen Rasa Sayang Grup karena persoalan tersebut sedikit banyak telah menimbulkan dampak negatif.
Kepada rekan-rekan media, kami berharap pemberitaan mengenai persoalan ini dapat dilakukan secara objektif dan berimbang.
Kami menegaskan bahwa dari keterangan para karyawan yang terlibat, tidak terdapat maksud untuk merendahkan, menghina, ataupun menjelekkan institusi Polri. Sebaliknya, mereka mengaku justru memiliki rasa bangga terhadap institusi Polri.
Rasa bangga tersebut kemudian mereka tuangkan melalui pembuatan gambar editan berbasis AI yang menampilkan seolah-olah mereka mengenakan seragam Polwan.
Demikian penjelasan ini saya sampaikan sebagai jawaban atas pertanyaan rekan-rekan media mengenai persoalan tersebut. (Hn)
