Jatim
Proyek Saluran Simorejo Rp2,49 Miliar Disorot, Pemasangan U-Ditch di Tengah Genangan Dipertanyakan

SURABAYA, Bebas.co.id
Pelaksanaan proyek pembangunan saluran air tipe U-Ditch ukuran 80/100 dengan penutup berkapasitas beban 10 ton di Jalan Simorejo, Kelurahan Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, mendapat sorotan.
Proyek dengan nilai kontrak mencapai Rp2.493.160.665 tersebut dikerjakan oleh Buminata Konstruksi. Sorotan muncul setelah sejumlah pekerja terlihat melakukan pemasangan elemen saluran di area yang masih terdapat genangan air keruh, Kamis (10/9/2026).
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai metode pelaksanaan pekerjaan, khususnya terkait sistem pengeringan dan pengalihan aliran air sebelum pemasangan U-Ditch dilakukan.
Dari pantauan di lokasi, sebuah ekskavator terlihat melakukan pembukaan badan jalan. Di sisi lain, sejumlah pekerja tampak berada di dalam galian untuk melakukan pemasangan struktur saluran.
Yang menjadi perhatian, pekerjaan tersebut dilakukan ketika air masih menggenangi bagian galian. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan apakah sistem pengeringan dan pengalihan aliran air telah disiapkan secara optimal sebelum pekerjaan konstruksi dilaksanakan.
Secara teknis, kondisi dasar galian yang masih tergenang perlu mendapat perhatian karena dapat berkaitan dengan kestabilan dasar saluran, proses pemasangan elemen U-Ditch, kualitas sambungan hingga pekerjaan pendukung lainnya.
Namun demikian, untuk memastikan apakah kondisi tersebut melanggar spesifikasi teknis maupun ketentuan dalam kontrak, diperlukan pemeriksaan langsung serta pencocokan dengan metode kerja dan dokumen teknis proyek oleh pihak yang berwenang.
Saluran Lama Terputus, Air Mengalir ke Galian
Sorotan lainnya berkaitan dengan sistem pengaliran air di lokasi proyek.
Saluran lama di sekitar area pekerjaan terlihat terputus akibat proses pengerjaan. Pada saat yang sama, aliran air justru masuk ke area galian saluran baru.
Kondisi ini dikhawatirkan tidak hanya menghambat pekerjaan, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas warga. Terlebih, lokasi proyek berada di kawasan permukiman yang cukup padat dengan akses jalan relatif sempit.
Material konstruksi dan tanah hasil galian yang berada di sekitar badan jalan juga berpotensi mengurangi ruang gerak kendaraan serta mengganggu kenyamanan pejalan kaki.
Persoalan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) juga menjadi perhatian. Galian yang berada di dekat bangunan warga serta aktivitas pekerja di area yang masih terdapat genangan air perlu dipastikan telah dilengkapi sistem pengamanan sesuai ketentuan keselamatan konstruksi.
Pengawasan Proyek Dipertanyakan
Dengan nilai pekerjaan hampir Rp2,5 miliar, efektivitas pengawasan terhadap pelaksanaan proyek turut menjadi sorotan.
Pengawasan diperlukan untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai gambar kerja, spesifikasi teknis, metode pelaksanaan serta ketentuan kontrak.
Apabila ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai, semestinya dapat segera dilakukan evaluasi dan koreksi sebelum tahapan pekerjaan berikutnya dilanjutkan. Hal itu penting untuk mencegah potensi pekerjaan ulang yang dapat berdampak terhadap waktu maupun biaya proyek.
Agus, salah seorang warga, berharap dinas terkait bersama konsultan pengawas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek tersebut.
Menurutnya, pemeriksaan setidaknya mencakup metode pelaksanaan, kondisi dan elevasi dasar galian, sistem pengeringan serta pengalihan air, kualitas pemasangan U-Ditch, hingga kesesuaian pekerjaan dengan dokumen kontrak.
“Pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan tidak terjadi pekerjaan ulang yang pada akhirnya berpotensi menambah biaya maupun memperpanjang waktu penyelesaian proyek,” ujarnya kepada media.
Warga berharap proyek yang menggunakan anggaran cukup besar tersebut tidak sekadar selesai secara fisik, tetapi juga menghasilkan sistem drainase yang kuat, aman dan mampu menjalankan fungsi sebagaimana mestinya.
Terlebih, pembangunan saluran tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi persoalan genangan sekaligus meningkatkan kualitas sistem drainase di kawasan Simorejo.
Pelaksana Belum Beri Penjelasan
Sementara itu, Arga selaku pelaksana proyek saat dikonfirmasi mengenai kondisi tersebut belum memberikan penjelasan resmi.
Termasuk terkait metode pengeringan dan pengalihan air, kondisi saluran lama yang terputus, serta alasan pemasangan U-Ditch tetap dilakukan ketika masih terdapat genangan di dalam area galian.
Konfirmasi dan penjelasan dari pihak pelaksana maupun instansi terkait masih diperlukan untuk memastikan apakah pelaksanaan pekerjaan di lapangan telah sesuai dengan spesifikasi teknis, metode kerja, standar K3 dan dokumen kontrak yang telah ditetapkan. (Harifin)
