Jatim
Pelatihan Pengolahan Air Bersih Dan Kaitannya Dengan Pencegahan Kerusakan Organ Di Pondok Pesantren Al-jihad

SURABAYA, Bebas.co.id,
Segitiga epidemiologi atau yang sering disebut dengan Trias Epidemiologi. Trias Epidemiologi adalah gambaran interaksi antara 3 faktor utama (Host, Agent, dan Environment) yang menjadi penyebab terjadinya suatu penyakit dan masalah kesehatan lainnya pada kelompok masyarakat atau populasi. Peran environment atau lingkungan juga menjadi pertimbangan untuk mencegah terjadinya suatu penyakit, salah satunya yaitu kualitas air. Akses masyarakat Indonesia akan air bersih masih menjadi pembahasan sampai saat ini, terutama di daerah pedesaan, daerah dengan akses terbatas, dan lingkungan padat penduduk.
Kualitas air yang buruk merupakan salah satu masalah kesehatan lingkungan yang serius, terutama di lingkungan padat penduduk seperti pondok pesantren (ponpes). Jumlah santri yang besar menyebabkan kebutuhan air bersih yang tinggi untuk mandi, mencuci, berwudhu, dan kegiatan lainnya menjadi tantangan agar ketersediaan air bersih dapat terpenuhi.
Air yang terkontaminasi dapat menjadi media penularan berbagai penyakit, seperti diare, tipus, dan infeksi saluran pencernaan, serta berdampak pada kerusakan organ tubuh jika dikonsumsi dalam jangka Panjang.
Menanggapi hal tersebut, Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK UNUSA) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren Al-Jihad Surabaya pada 17 Mei 2025 Kegiatan yang diketuai oleh Dr. Lysa Veterini, dr., Sp.PA, melibatkan dokter spesialis, dosen, mahasiswa, dan 40 santri mahasiswa yang bermukim di pondok pesantren.
Kegiatan diawali dengan mengerjakan pre-test tentang pengelolaan air bersih dan kaitannya dengan pencegahan kerusakan organ. Tim pengabdian masyarakat memberikan edukasi tentang pengolahan air bersih sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas air, serta cara mengidentifikasi air yang layak dan tidak layak konsumsi. Tidak hanya itu santri juga diajak untuk belajar bersama bagaimana teknik pengelolaan air bersih yang mudah diterapkan, serta menggalakkan program minum air bersih. Pengetahuan dan pemahaman peserta setelah adanya pelatihan ini dievaluasi berdasarkan post-test diakhir kegiatan.
Air merupakan kebutuhan pokok makhluk hidup terutama manusia, air dibutuhkan untuk berbagai aktivitas sehari-hari dan menjaga fungsi tubuh.Oleh karena itu, ketersediaan air bersih yang cukup dan terjangkau merupakan hal yang sangat penting untuk keberlangsungan hidup dan kesejahteraan masyarakat.Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri PP. Al-Jihad dapat menjadi agen perubahan di lingkungan pesantren, mulai dari menjaga kebersihan hingga menerapkan solusi untuk meningkatkan kualitas air di pondok pesantren, dengan harapan dapat menurunkan angka kesakitan serta sebagai upaya pencegahan kerusakan organ.
