Connect with us

Hampir Rp1 Miliar Digelontorkan, Green House Ketahanan Pangan di Wringin Kurung Jaya Menganti Tak Lagi Produktif

Jatim

Hampir Rp1 Miliar Digelontorkan, Green House Ketahanan Pangan di Wringin Kurung Jaya Menganti Tak Lagi Produktif

GRESIK, bebas.co.id

Program penguatan ketahanan pangan tingkat desa di Dusun Wringin Kurung Baru, RT 06/RW 04, Kelurahan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menuai sorotan warga. Pasalnya, fasilitas green house yang dibangun melalui program tersebut kini disebut tidak lagi produktif dan tidak dimanfaatkan sebagaimana tujuan awal program.

Program yang disebut menggunakan anggaran tahun 2024 itu salah satunya diwujudkan melalui pembangunan dua unit green house untuk budidaya tanaman buah. Pembangunan fasilitas tersebut disebut bertujuan mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Namun, kondisi terkini green house tersebut justru menjadi perhatian warga. Fasilitas yang berdiri di atas lahan desa itu disebut sudah tidak digunakan untuk kegiatan budidaya tanaman secara berkelanjutan.

Salah seorang warga mengatakan, tanaman melon yang sebelumnya dibudidayakan di dalam green house tersebut hanya sempat dipanen satu kali.

“Setahu saya melon yang pernah dipanen pengurus hanya sekali saja,” ungkap warga tersebut.

Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai keberlanjutan program, terlebih anggaran yang disebut dialokasikan untuk pembangunan dua green house mencapai hampir Rp1 miliar.

“Sekarang sudah mangkrak. Ini kan jadi tontonan masyarakat. Anggarannya untuk dua green house hampir Rp1 miliar. Kalau akhirnya tidak dimanfaatkan, apa manfaatnya untuk masyarakat? Alasan perangkat desa penguatan pangan, pangannya yang mana?” tegasnya.

Ia menilai, program ketahanan pangan seharusnya tidak berhenti pada pembangunan sarana dan prasarana. Setelah fasilitas dibangun, harus ada pengelolaan, perawatan, serta kegiatan produksi yang berkelanjutan sehingga manfaat ekonominya benar-benar dapat dirasakan masyarakat.

“Bagi masyarakat desa, anggaran Rp1 miliar itu bukan sedikit. Kalau fasilitasnya kemudian tidak produktif dan tidak memberikan manfaat kepada masyarakat, tentu sangat disayangkan,” sesalnya.

Sorotan warga semakin menguat karena lokasi green house tersebut kini disebut dimanfaatkan untuk tempat pemilahan dan pembuangan sampah.

“Sekarang di tempat green house dibuat pembuangan dan pemilahan sampah. Ini menjadi tontonan warga. Anggaran besar, tetapi tidak ada sedikit pun manfaat yang dirasakan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas penggunaan anggaran desa, khususnya terkait pemanfaatan fasilitas yang telah dibangun melalui program ketahanan pangan.

Warga berharap pemerintah desa maupun pemerintah daerah dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai nilai anggaran yang digunakan, mekanisme pengelolaan green house, hasil program, serta alasan fasilitas tersebut kini tidak lagi produktif.

Selain itu, warga juga meminta agar keberadaan fasilitas tersebut dievaluasi sehingga aset yang telah dibangun tidak dibiarkan terbengkalai dan dapat kembali dimanfaatkan sesuai tujuan awal program.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Eko Anindito Putro, telah dikonfirmasi melalui WhatsApp terkait pembangunan dua green house tersebut, termasuk mengenai anggaran yang disebut mencapai hampir Rp1 miliar dan peruntukannya ke depan.

Eko mengatakan pihaknya akan menanyakan keberadaan dan pengelolaan dua green house yang berada di wilayah Wringin Kurung Jaya kepada koordinator pengurus dibidang yang menangani di wilayah tersebut.

“Akan saya tanyakan ke koordinator pengurus di wilayah tersebut,” katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (29/8/2026).

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai rincian anggaran pembangunan, pengelolaan, hasil produksi, serta alasan green house tersebut tidak lagi digunakan secara produktif.

(Harifin)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

More in Jatim

To Top