Jatim
Pengucapan Pakta Integritas Aparatur Peradilan PT Surabaya: Komitmen Menuju Peradilan Bersih dan Berwibawa

SURABAYA, bebas.co.id,
Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya menggelar Pengucapan dan Penandatanganan Pakta Integritas Aparatur Peradilan pada 6 Januari 2026 di Aula Lantai 3 PT Surabaya.
Momen ini menjadi refleksi penting bagi seluruh aparatur untuk meneguhkan kembali tanggung jawab profesionalnya dalam menjalankan tugas sesuai peraturan perundang-undangan, menjunjung tinggi kode etik, serta menghindari segala bentuk penyimpangan.
Pakta Integritas bukan sekadar ritual tahunan, melainkan pernyataan komitmen berkelanjutan yang menjadi fondasi kepercayaan publik terhadap institusi peradilan. Di dalamnya tertanam nilai kejujuran, akuntabilitas, serta penolakan tegas terhadap praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme.
Aparatur Peradilan PT Surabaya menegaskan bahwa Pakta Integritas merupakan perisai moral dan kompas etika dalam menjalankan tugas.
Semangat menjaga marwah peradilan menjadi penegasan bahwa institusi ini harus berdiri tegak sebagai lembaga yang bersih, profesional, dan transparan.
Setiap aparatur dituntut terus memperkuat kualitas diri dan menjadikan integritas sebagai budaya kerja yang tidak hanya ditaati, tetapi juga dihayati.
Pesan Kuat Ketua PT Surabaya.
“Dalam sambutannya, Ketua Pengadilan Tinggi Surabaya memberikan penekanan mendalam mengenai arah langkah aparatur yang harus dipegang teguh memasuki tahun 2026. Beliau menyampaikan bahwa penguatan integritas merupakan tonggak utama dalam kinerja peradilan.
“Integritas adalah benteng pertama yang menentukan kualitas putusan, pelayanan, serta citra lembaga di mata masyarakat.
Ketua PT Surabaya, Sudjatmiko juga menggarisbawahi pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik. Pelayanan prima bukan hanya kewajiban administratif, melainkan bentuk nyata pengabdian peradilan dalam memberikan rasa keadilan, “ucap KPT Selasa (06/01/2026).
Memasuki tahun 2026, aparatur diingatkan untuk bersiap menghadapi pembaruan hukum menyusul berlakunya KUHAP dan KUHP yang baru. Adaptasi, kesiapan mental, serta pemahaman regulasi menjadi kunci agar pelayanan hukum tetap optimal.
Di akhir sambutannya, beliau mengajak seluruh aparatur memperkuat semangat kebersamaan untuk mencapai kinerja terbaik melalui kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas.
Pengucapan dan Penandatanganan Pakta Integritas ini menjadi langkah awal memperkokoh amanah yang diemban aparatur peradilan. Dengan komitmen yang ditegaskan kembali di awal tahun, PT Surabaya berharap dapat terus meningkatkan kualitas kinerja serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan. (Harifin)
