Connect with us

Pengadaan Barang Dan Jasa di Pemkab Magetan Patut Diusut, Ketua Gapeksindo Magetan : Diduga Banyak Uang Proyek Bocor Untuk Oknum Pejabat dan Cukong Proyek

Jatim

Pengadaan Barang Dan Jasa di Pemkab Magetan Patut Diusut, Ketua Gapeksindo Magetan : Diduga Banyak Uang Proyek Bocor Untuk Oknum Pejabat dan Cukong Proyek

Jalan Hotmix Magetan

MAGETAN, BEBAS – Dugaan permaianan dalam pengadaan barang dan jasa di instasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan menjadi soroton dan patut diusut.

Mustopa Koordinator LSM Lembaga Pengawas Reformasi Indonesia kepada wartawan BEBAS mengatakan jika yang terjadi saat ini untuk lelang (E tendering) maupun yang penunjukkan langsung (non E tendering) dan pelaksanaan pengerjaan proyek, baik proyek yang berbentuk fisik maupun non fisik di Magetan Jawa Timur di duga banyak terjadi penyimpangan tender.

“Diduga banyak uang negara bocor yang di nikmati oleh oknum-oknum penyelenggara pejabat negara yang tidak bertanggung jawab, dan mestinya uang hasil penawaran lelang terendah masuk ke kas negara, negara bisa untung,” kata Mustopa

Lanjut Mustopa, yang demikian ini dampaknya proyek di Indonesia khususnya di Magetan tidak bisa berjalan sesuai dengan harapan Presiden Jokowi, rakyat bangsa dan negara yaitu mutu kuwalitas proyek yang bagus dan bisa di nikmati rakyat selama lamanya atau minimal lima tahun ke depan.

“Tidak seperti sekarang, proyek baru diserahkan setahun kemudian sudah banyak yang rusak,” ungkapnya.

Mustopa mengatakan mengenai target mutu konstruksi bangunan di Indonesia sudah di atur dalam undang-undang RI No 18 /1999 yang sudah di amandement UU NO 2 TH 2017 tentang jasa konstruksi bangunan.

“Fakta yang ada proyek yang sudah jadi saat ini tidak berumur panjang, kadang proyek baru diserahkan, pembangunanya proyek sudah pada rontok alias brodol. Apalagi proyek yang di dapat secara E tendering dengan pakai uang DP siluman baru di serahkan dah rontok ,” jelasnya.

Menurutnya, hal ini terjadi diduga ada permaian tender.

“Untuk menang lelang proyek di Magetan sulit untuk menang, cara untuk mendapatkan proyek baik itu secara lelang atau bentuk penunjukkan langsung (PL) harus pandai kasak kusuk alias sluman slumun dengan pejabat terkait dan panitia lelang, tanpa itu sulit untuk mendapatkan yang namanya lelang maupun Penunjukan Langsung,” ungkapnya.

“Caranya! harus bisa loby dengan pejabat yang membuat komitmen yang bisa mengatur bagaimana caranya bisa menang dengan perjanjian dibawah meja, Itu pun kadang masih sulit menang, masalahnya sesama rekanan dan asosiasi lain juga ikut kasak- kusuk untuk mendapat proyek,” tandasnya.

“Rekanan alias CV yang ingin menang ada yang nekat dengan penawaran harga yang lebih rendah dibawah 80% dari harga HPS, bahkan ada yang berani nawar sampai di atas 20%-35% dari HPS ini sangat tidak rasio,” pungkasnya.

Ditempat lain, Ketua asosiasi Gapeksindo Magetan Yuli Resmana, mengatakan, ” memang benar apa yang di katakan ormas LSM tersebut, sehingga hasil kerjaan proyek tidak sesuai dengan harapan rakyat bangsa dan negara, pasalnya hal ini diduga banyak uang proyek yang bocor untuk oknum pejabat penyelenggara negara dan para maklar cukong proyek,” katanya.

Dijelaskan pula, “untuk satu titik proyek entah itu nilainya besar atau kecil, setelah di potang PPN/PPH dan belanja jasa yang masuk kas negara, masing masing rekanan (CV) masih banyak mengeluarkan dana liar yang harus di keluarkan,” jelasnya.

“Besarnya dana liar tadi bervariasi, untuk penghubung/maklar sesuai negonya di bawah meja. Selain itu masih ada pengeluaran dana taktis lainnya, dan belum hal lain untuk termin dari tiem untuk Pemeriksa Barang Bangunan dan lain lain,” pungkasnya. (kosek tem)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

More in Jatim

To Top