Connect with us

Pemprov Jatim Raih Dua Penghargaan Terbaik LAN RI

Jatim

Pemprov Jatim Raih Dua Penghargaan Terbaik LAN RI

Surabaya, Bebas.co.id – Di tengah pandemi Covid-19 yang harus dikendalikan dengan berbagai ihtiar, Pemprov Jatim terus melakukan berbagai inovasi. Baik terkait penanganan Covid-19 maupun juga dalam hal peningkatan kompetensi ASN di tengah pandemi.

Melalalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), berhasil meraih dua penghargaan dengan kategori terbaik pertama sekaligus dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.

Dua penghargaan tersebut yaitu peringkat terbaik pertama kategori Lembaga Pelatihan Daerah Tahun 2021, dan peringkat terbaik pertama Inovasi Pengembangan Materi Micro Learning Tahun 2021.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi dan terimakasih pada LAN RI atas penilaian dan penghargaan yang telah diberikan. Menurutnya, ini merupakan bentuk keseriusan Pemprov Jatim dalam peningkatan kualitas SDM sesuai dengan tema besar yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Alhamdulilah, di tengah pandemi Covid-19 ini tidak menyurutkan semangat para ASN di Pemprov Jatim untuk terus melakukan inovasi. Sehingga, kami bisa meraih dua penghargaan terbaik pertama sekaligus dari LAN RI. Ini wujud kerja keras kita bersama khususnya BPSDM Provinsi Jatim untuk mewujudkan tema besar RPJMN dan RPJMD terkait kualitas SDM,” ungkap Khofifah di Gedung Grahadi, Surabaya, Senin (9/8).

“Ini juga salah satu kado terindah bagi ASN di lingkup Pemprov Jatim pada HUT ke-76 RI. Apalagi, setelah 12 tahun baru tahun inilah Pemprov Jatim mampu meraih penghargaan terbaik pertama untuk dua kategori sekaligus,” lanjutnya.

Khofifah menambahkan, bahwa pengembangan inovasi pola pembelajaran terintegrasi dan kolaborasi yang dilakukan Pemprov Jatim melalui BPSDM Jatim dengan Jatim Corporate University (Corpu). Sehingga sasaran peningkatan kompetensi ASN dapat dilakukan secara mandiri dengan metode yg lebih fleksible dan dapat memilih pelatihan yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan tugas dan tanggungjawab ASN.

Untuk instrumen penilaiannya sendiri, yakni mulai perencanaan dan strategi dalam pengembangan kompetensi dengan porsi 40 persen. Kemudian, terobosan dalam kolaborasi untuk pengembangan kompetensi dan akses ASN berkebutuhan khusus, pemerataan gender dan daerah 3T dengan bobot 40 persen. Dan terakhir infrastruktur pendukung kolaborasi dengan bobot nilai 20 persen.

Sedangkan untuk, kompetisi inovasi pengembangan materi micro learning proses pendaftaran hingga pengumuman pemenang dimulai sejak 17 Mei hingga 30 Juli 2021. Pada kompetisi kali ini BPSDM Jatim mengusung tema Kompetensi Sosial Kulturan Osing Banyuwangi.

“Terimakasih sekali lagi kami sampaikan kepada Ibu Gubernur dan Bapak Wagub atas dukungan penuhnya sehingga kami bisa menjalani semua proses mulai dari awal sampai dengan hari ini dengan lancar. Semoga kedepan prestasi ini bisa terus dipertahankan dan bisa lebih baik lagi,” tutur Aries yang saat ini juga menjabat Plt. Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Prov. Jatim. (pud)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

More in Jatim

To Top