Jatim
Tuntut Pensiun, Mantan Karyawan Gruduk Pabrik Gula PG Poerwodadie Magetan
■ Agus Bagian SDM : Uang Itu di Korupsi Oleh Pengurus Asuransi Jiwa Sraya Pusat

Ket Foto, Musyawarah Persiapan Gruduk Ke Pabrik Gula PG Poerwodadie
MAGETAN, BEBAS – Sekitar sepuluh orang perwakilan dari mantan karyawan Pabrik Gula PG Poerwodadie Magetan Jawa Timur mendatangi kantor Pabrik Gula PG Poerwodadie.
Mereka meminta uang pansiun/pesangon yang hingga hari ini Senin 22/11/2021 belum di realisasikan/dicairkan.
Kedatangannya di sambut baik oleh Satuan Pengaman dan pihak menejment, yang selalu dan kapanpun menerima dengan tangan terbuka untuk berdialog.
Sayang dalam berdialog di dalam Kantor itu tidak ditemukan titik temu, sehingga hasilnya tidak memuaskan dari pihak perwakilan pansiunan karyawan itu.
Menurut Juwarno (58) sebenarnya kedatanganya di sini itu mencari titik temu dan kapan uang pesangon dan pansiun itu bisa langsung di cairkan.
“Kami sudah dua tahun pansiun, uang itu masih belum bisa cair, juga teman teman yang lain sama ingin segera di cairkan. Saya sering datang ke kantor secara pribadi sayang oleh pihak kantor hanya di suruh menunggu menunggu dan menunggu,” ucap Juwarno.
“Kali ini resmi bisa bersama teman teman pansiunan, bisa langsung berdialog bertatap muka dengan menenjement Pabrik Gula meski masih suruh menunggu tahun depan,” tandasnya.
“Yang datang di sini hanya sebagian pansiunan tenaga kampanye bagian kethel, belum lagi yang pansiun bagian mesin, bagian masakan remise dll, masih banyak lagi yang belum di bayarkan,” pungkasnya.
Ditempat yang sama Pak Agus bagian SDM, mengatakan, “sangat berterima kasih atas kedatanganya bapak bapak, karena sekaligus bisa memberi penjelasan tentang tertundanya uang pesangon/pansiun, dan ini bukan kesalahan dari pihak menejment Pabrik Gula, dan bapak tahu sendiri kan, ini kesalahan dari Negara yang sedang carut marut,” ucap Agus.
“Uang yang di maksud uang pesangon itu di kelola oleh pihak Asuransi Jiwa Sraya yang hingga kini gonjang ganjing uang itu di korupsi oleh pengurus Asuransi Jiwa Sraya Pusat. Maka saya mengharap bapak bapak untuk bersabar menunggu pencairan berikutnya, yang pasti menejment PG tidak bisa menentukan namun kami siap membantu untuk mengurusi hal hal yang di tuntut bapak bapak ini semua,” jelas Agus.
Agus kemudianju mencoba menghubungi pihak Asuransi via telepon.
“Jawabnya sama suruh sabar menunggu dan kira kira akan di cairkan tahun depan,” pungkasnya.
Ditempat terpisah, Sujarwo Kepala TU kepada wartawan bebas.co.id mengatakan, “siap membantu dan selalu memantau perkembangan tuntutan dari mantan pansiunan PG, berdoa saja dan suruh sabar menunggu,” pungkasnya. (tarman kosek)
