Connect with us

Video Deepfake Glucoformin, Mengatas Namakan Dokter Tony, Kuasa HukumTempuh Jalur Hukum

Jatim

Video Deepfake Glucoformin, Mengatas Namakan Dokter Tony, Kuasa HukumTempuh Jalur Hukum

SURABAYA, Bebas.co.id,

Penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) kembali menggemparkan publik. Kali ini, wajah dan suara tokoh-tokoh publik nasional seperti Dokter Tony Setiobudi, presenter Rosiana Silalahi, serta mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari dicatut dalam video deepfake untuk mempromosikan produk obat diabetes bernama Glucoformin.

Kuasa hukum Dr. Tony Setiobudi, Teguh Wibisono S ,dan Dody Eka Wijaya serta Ida Bagus Adie H menerangkan video yang beredar luas di media sosial dan situs tidak resmi itu menunjukkan tokoh-tokoh tersebut seolah memberikan dukungan terhadap efektivitas Glucoformin dalam menyembuhkan diabetes. Padahal, seluruh tokoh yang dicatut menegaskan tidak pernah terlibat dalam promosi ataupun kerja sama terkait produk tersebut.

“Dokter Tony bukanlah seorang diabetolog, melainkan spesialis ortopedi. Tidak mungkin beliau membuat klaim bisa menyembuhkan diabetes atau menemukan teknik pengobatan baru seperti yang disebutkan dalam video palsu itu,” ujar Teguh Wibisono kuasa hukum Dokter Tony, dalam konferensi pers di Surabaya, Selasa (29/7/2025).

Dalam tayangan tersebut, Dokter Tony tampak berbicara dalam format podcast dan mengklaim telah menemukan metode penyembuhan diabetes hanya dalam 28 hari, bahkan disebut menerima penghargaan Nobel. Tim Kuasa Hukum menyatakan semua pernyataan itu adalah hoaks hasil manipulasi kecanggihan teknologi deepfake.

Video tersebut disebarkan sebagai bagian dari skema penipuan sistematis. Korban diarahkan untuk membeli Produk Glucoformin melalui situs tidak resmi yang terhubung dengan perusahaan bernama PT Exodo E-Commerce Innovasia, yang berbasis di Jakarta Selatan.

Transaksi dilakukan langsung melalui WhatsApp tanpa adanya verifikasi atau kejelasan legalitas produk, memperbesar potensi kerugian publik, baik dari sisi finansial maupun kesehatan.

Merespons hal tersebut, Dokter Tony melalui kuasa hukumnya yang juga secara resmi telah melaporkan kasus ini ke Polda Jawa Timur pada 28 Juli 2025 dengan nomor laporan LP/B/1057/VII/2025/SPKT/Polda Jawa Timur

“Ini bukan hanya soal pencemaran nama baik, tapi juga menyangkut keamanan publik dan integritas profesi kedokteran. Jika dibiarkan, masyarakat bisa menjadi korban penipuan dan bahkan mengorbankan kesehatan mereka karena tergiur janji sembuh instan,” tegasnya

Hasil analisis tim forensik digital dan pakar AI menunjukkan bahwa lebih dari 95% isi video merupakan hasil manipulasi teknologi deepfake. Data tersebut didapatkan dari website komdigi dan beberapa platform media terpercaya juga telah menyatakan bahwa konten video tersebut adalah hoaks.

Tim Kuasa hukum membuka akses bagi masyarakat yang merasa tertipu atau pernah melakukan pembelian produk melalui promosi palsu ini. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan bukti yang bisa memperkuat proses hukum.

“Kami mendorong siapa pun yang sudah memesan atau merasa tertipu untuk menghubungi tim hukum kami. Setiap informasi dari korban sangat berharga untuk mempercepat proses penyelidikan dan penindakan hukum terhadap pelaku,” imbuh Teguh.

Kasus ini menambah daftar panjang penyalahgunaan AI dalam promosi produk ilegal. Sebelumnya, tokoh publik seperti Khofifah Indar Parawansa dan bahkan Presiden Jokowi juga pernah menjadi korban konten deepfake serupa.

Hal ini menandakan bahwa regulasi terhadap penggunaan teknologi AI secara ilegal perlu segera dirumuskan dan diterapkan, khususnya dalam ranah digital dan kesehatan masyarakat.

Tim kuasa hukum menegaskan bahwa Dokter Tony Setiobudi tidak pernah terlibat atau mendukung promosi produk Glucoformin dan tidak memiliki hubungan apapun dengan perusahaan yang menjualnya.

“Untuk masyarakat, waspadalah terhadap iklan produk kesehatan yang mencatut nama tokoh medis ternama tanpa bukti resmi. Pastikan untuk selalu memverifikasi informasi, terutama yang berhubungan dengan kesehatan dan transaksi daring,” pungkasnya.

HARIFIN

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

More in Jatim

To Top