Connect with us

Mengintip Pengrajin Daun Talas Kajar Ibu Wati di Dusun Sukabagja Desa Kelapasawit Kecamatan Lakbok Ciamis

Jabar

Mengintip Pengrajin Daun Talas Kajar Ibu Wati di Dusun Sukabagja Desa Kelapasawit Kecamatan Lakbok Ciamis

CIAMIS, BEBAS – Pandemi virus Corona yang belum berakhir membuat perekonomian pun ikut terpuruk. Sebagian besar masyarakat kecil susah cari makan akibat perusahaan tempat mencari nafkah tutup dan akhirnya di PHK dan akhirnya pulang kampung.

Tapi tidak seperti yang lainnya, Ibu Wati mencoba mencari jalan lain, membuat usaha sendiri yaitu membuat rajangan daun talas seperti irisan tembakau. Proses pembuatannya mirip pembuatan tembakau di iris dan di jemur sampai kering.

Bukan itu saja, hasil penjemuran harus menghasilkan warna yang kuning emas, kwalitas utama.

Dan perlu juga diketahui hasil penjemuran tidak semuanya menghasilkan kuning emas, ada juga yang berwarna kuning biasa dan juga ada yang hitam akibat dari bahan dan pengaruh suhu.

Bahan utama yaitu daun talas Karjan bahan baku yang bagus, juga daun talas Beneng itu bisa dipakai tapi kwalitas rendah.

Usaha ini bagi masyarakat sekitar ini merupakan salah satu obyek untuk membudidayakan tanaman talas guna memperbaiki perekonomian masyarakat yang rapuh akibat pandemi.

Untuk daun talasnya sendiri masih disuplai oleh para petani sekitar. Ia membeli dari para petani Rp 1.000 perkilogram.

Untuk memprosesnya ia mempunyai tenaga yang cukup trampil menguasai teknik proses pengirisan yang memadai. Karena untuk menghasilkan kwalitas jual yang tinggi maka semua karyawannya dibimbing dengan SOP baik. Mulai dari pemilihan bahan dasar untuk di olah sampai pengeringan dan pemakingan.

Ini tentunya sangatlah memakan waktu terutama memilih dan memisahkan mana yang layak untuk di ekpor dengan kuwalitas bagus.

Kepala Desa Kelapasawit Taryan mengatakan bahwa di dusun Sukabagja ada pengrajin daun Talas ini sangat menggembirakan karena bagaimanapun juga, sedikit banyaknya akan menyerap tenaga kerja terutama menyerap tenaga yang ada dilingkungan.

“Ini perlu di apresiasi untuk mendukung dan menyuplai bahan dasar,” katanya.

Sebagai kepala desa dia menyarankan kepada masyarakat yang mempunyai lahan darat yang tidak produktif supaya secepatnya di adakan mengolahan yang memadai untuk di tanami ketela yaitu Talas Kajar atau talas Beneng.

“Ini suatu upaya untuk membangkitkan perekonomian masyarakat yang sempat terpuruk akibat pandemi ini, saran saya mari kita bangkit hayu kita berusaha semampunya jangan cuma mengandalkan dari bantuan pemerintah saja, karena yang namanya bantuan itu ada batasnya,” pungkasnya. (Asep S)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

More in Jabar

To Top