Connect with us

SERING TERJADI BANJIR, CAMAT MOGA BERSAMA FORKOPIMCAM DAN TOKOH MASYARAKAT GELAR MUSYAWARAH

Jateng

SERING TERJADI BANJIR, CAMAT MOGA BERSAMA FORKOPIMCAM DAN TOKOH MASYARAKAT GELAR MUSYAWARAH

Penyebab Banjir Diduga Karena Buruknya Drainase Dan Sampah

Jalan berlubang akibat seringnya tergerus banjir dan tergenang

PEMALANG, BEBAS – Seringnya terjadi banjir dan genangan air saat musim hujan di kecamatan Moga dan sekitarnya diduga kurang berfungsinya saluran air (drainase) di sepanjang jalan Moga – Pulosari, seperti yang terjadi di depan pasar Moga, tepatnya dari lampu merah sampai sekokah Madrasah Tsanawiyah Banyumudal.

Menyikapi kondisi demikian, Camat Moga memanggil jajaran Forkopimcam dan dinas terkait, kepala pasar Moga, perwakilan pedagang pasar, tokoh masyarakat serta tokoh pemuda, untuk melakukan musyawarah di pendopo kecamatan, pada Jumat (28/1), guna mencari solusi agar permasalahan banjir segera teratasi.

Camat Moga (Umroni) pimpin musyasarah di pendopo Kecamatan Moga

Camat Moga (Umroni), yang memimpin langsung jalannya musyawarah dengan seksama mendengarkan jajak pendapat serta usulan dari masing-masing perwakilan yang hadir.

Beperapa point dari pendapat dan usulan merucut pada tentang penyebab banjir diduga akibat banyak tersumbatnya saluran air (drainase) akibat banyaknya sampah yang menumpuk pada gorong-gorong.

Dalam musyawarah tersebut juga disinggung tentang gelapnya lampu jalan dari lampu merah ke selatan sampai PTP, parkir kendaraan yang tidak pada tempatnya, trotoar yang di alih fungsikan untuk berdagang, alun-alun yang terlihat kotor, serta ruang terbuka hijau yang jauh dari harapan.

Dianggap pentingnya pertemuan musyawarah tersebut oleh camat Moga, dengan tidak hadirnya kepala pasar Moga dan Dishub, sontak membuat Umroni selaku camat Moga kecewa, pasalnya undangan sudah dikirim dari satu hari sebelumya.

“Menurut saya ini masalah yang penting untuk bermusyawarah, tapi mungkin mereka tidak menganggap penting,” ucap Umroni.

“Padahal dalam saya bekerja, saya siap untuk dikritik, siap dicaci maki, demi kebaikan kita bersama, walaupun ada yang berbicara pertemuan membahas ini sering dilakukan dengan pejabat-pejabat yang sebelum saya,” tandasnya.

Sementara menurut Yudi Kuswoyo Kepala UPJI (Unit pengelola jalan dan irigasi) wilayah III (Tiga) memaparkan program pendek penanggulangan drainase sedang dalam tahap perencanaan.

“Untuk rekontruksi ruas jalan Moga – Pulosari alokasi dananya adalah dari Propinsi sebesar Rp. 5, 750, 000, 000, tinggal menunggu penggeseran APBD pertama Insya Alloh akan dilakukan bulan Februari,” papar Yudi.

Disinggung kurang lebarnya luas jalan, Yudi menjelaskan, bahwasannya untuk ruas jalan banyak warga yang melanggar sempadan jalan.

“Daerah milik jalan itu sesusai dengan Perda 3 Tahun 2018 tentang Sempadan, bahwa ruas jalan Moga – Pulosari mempunyai fungsi jalan lokal primer, artinya mempunyai sepadan jalan dari As 5,5 meter ke kanan dan ke kiri, artinya mempunyai ruang milik jalan 11meterm,” jelas Yudi.

“Kami akan melakukan sosialisasi pada saat paket kegiatan rekontruksi jalan Moga -Pulosari dilaksanakan,” lanjutnya.

Dalam kegiatan musyawarah di pendopo kecamatan Moga diperoleh beberapa point yang disepakati bersama, bahwa drainase menjadi prioritas dan tinggal menunggu paket turun akan segera direalisasikan. (Iwan)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

More in Jateng

To Top