Jateng
Kusin, S.Pd., : “Hari Jadi Pemalang Ke 447 Adalah Motivasi Bagi Kita.”
PEMALANG, BEBAS – Kusin, S.Pd., Kepala Desa Sikasur, Kecamatan Belik, di hari jadi kota Pemalang ke 447 menyampaikan kesan dan pesannya di kediamannya pada Minggu malam (23/1), selepas Isya sambil bersiap melaksanakan Malam Wungon atau Syukuran di Kantor Desa Sikasur.
Dirinya merupakan tokoh senior bagi Kepala Desa di Kecamatan Belik, karena menjabat Kepala Desa sudah tiga periode berturut-turut dari mulai masa jabatan Kepala Desa Sikasur tahun 2006 – 2012, 2012 – 2018 hingga saat ini tahun 2018 – 2024.
Disinggung tentang kesannya dalam menjabat tiga kali sebagai Kepala Desa, dirinya sembari tersenyun menjawab hanya ingin mewujudkan mimpinya.
“Saya berupaya dalam akhir jabatan ini biar bisa mewujudkan mimpi saya, yaitu kesejahteraan rakyat, khususnya masayarakat desa Sikasur,” ucapnya.
“Saya dapat melihat rakyat sumringah saat ini merupakan kebahagiaan bagi saya,” sambungnya.
“Semoga dapat melihat adanya peningkatan taraf hidup masyarakat dengan adanya seperti obyek wisata yg sudah berjalan saat ini, yaitu wisata alam “Curug Bengkawah” yang merupakan naungan cagar dan dalam proses alih fungsi dari cagar alam menjadi wisata alam, saat ini proses sudah sampai ke Kementrian, tinggal menunggu tim terpadu mengecek lokasi,” paparnya.
“Yang kedua yaitu telaga “Silating” yang merupakan wisata milik desa yang dikelola Bumdes, dalam telaga Silating terdapat “Sindang Kamulyan” yang konon dipercaya dapat menumbuhkan aura positif pada diri orang yang mandi atau cuci muka dengan air sindang tersebut,” terangnya.
Adapun kesan dan pesannya di hari jadi Pemalang ke 447, dirinya berharap agar momen ini menjadi motivasi bagi kemajuan kabupaten Pemalang.
“Semoga di hari jadi Pemalang yang ke 447 ini akan memberikan motivasi pada warga Pemalang untuk berkembang lebih baik. Ada keharmonisasian dari pemerintah dan rakyat lebih baik, baik dalam pembangunan atau peningkatan perekonomian, tentu dengan mengembangkan potensi yang ada di Pemlang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi rakyat,” ujarnya.
Ia juga berpesan bahwa membangun Pemalang adalah tanggung jawab bersama.
“Maka perlu tercipta keharmonisasian dalam kesinergian yang manunggal antara pemerintah dan rakyat. Tanpa itu tidak bisa,” tegasnya.
“Kita sebagai rakyat Pemalang jangan melupakan sejarah para pejuang yang terlibat berkiprah dalam sejarah berdirinya Pemalang, dan kita harus teladani nilai-nilai keteladanan para pejuang. Jadi generasi yang harus meneruskan api semagat berjuang para leluhur agar tidak padam,” sambungnya penuh semangat.
Tokoh Kepala Desa yang satu ini terbilang sukses dalam berpolitik, pasalnya putrinya yaitu Linda Dwi buana Putri, S.H., yang juga menjadi anggota legislatif Kabupaten Pemalang dari partai PDIP periode 2018 – 2024 komisi A bidang Pemerintahan, adalah tak lepas dari motivasinya sebagai orang tua.
Harapannya, kelak putrinya bisa berkiprah di bidang politik dan dapat amanah.
“Harus terus belajar dan belajar mengenal masyarakat dan melayani masyarakat dengan baik,” pungkasnya. (AR)
