NTT
Bupati Belu : Dokter Harus Turun Ke Lapangan Cek Kondisi Anak

BELU, BEBAS – Para Dokter harus turun ke lapangan untuk mengecek kondisi anak di lapangan. Demikian penegasan Bupati Belu,dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM saat membuka Lokakarya Penyusunan Roadmap dan Rad Penurunan Stunting Angka Kematian Ibu ( AKI ) dan Angka Kematian Bayi ( AKB ) Kabupaten Belu Tahun 2022 – 2026 bertempat di Aula BP4D Kabupaten Belu, Senin,11/4/2022.
” Dokter anak dan dokter kandungan turun ke Desa-Desa, jangan hanya tunggu saja di Kabupaten. Buka peluang untuk dokter juga turun ke Kecamatan jangan tunggu di kantor saja, turun ke Desa lakukan pembinaan SDM di sana dan lain lain, ini hal – hal penting yang bisa kita tindaklanjuti,” tegasnya.
Bukan saja dari sisi kesehatan penurunan stuting juga dibutuhkan kerjasama dari semua pihak.
” Dari segi air bersih PDAM, bagaimana PUPR untuk sambungan rumahnya bagaimana, segi pendidikan Paud dan lain – lain bagaimana, Pemerintahan Desa untuk alokasi anggaran Pemberian Makanan Tambahan ( PMT ) bagaimana, bagi tenaga gizi harus bisa formulasikan makanan pangan lokal koordinasikan dengan ahli gizi untuk dikeluarkan pangan lokal asli Belu mencegah stunting,” katanya.
Sementara itu Senior Program Manajer USAID,dr. Idawati berharap dari roadmap ini ada indikator – indikator yang disepakati bersama untuk menjadi pedoman dalam merumuskan kegiatan – kegiatan atau intervensi yang efektif untuk mencapai indikator tersebut.
” Semoga upaya kita sungguh – sungguh bisa bermanfaat untuk menurunkan stunting dan AKI – AKB di NTT dan Kabupaten Belu secara khusus ,” harapnya.
Lokakarya yang diikuti Kepala Puskesmas, TP PKK Kabupaten Belu dan pimpinan OPD terkait ini, dilanjutkan dengan pemaparan materi disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu – drg. Ansila Eka Muti dan Plt. Kepala BP4D,Rine Rene Baria, ST. (tim).
